Oleh : E. Jun Rosa Doloksaribu, S.Pd.,Gr
Covid-19 atau lebih dikenal dengan Corona bukan hanya mempengaruhi sistem ekonomi dunia atau cara berinteraksi tetapi juga dunia pendidikan. Yang awalnya pembelajaran dilakukan secara tatap muka di kelas, sekarang beralih ke sistem belajar dari rumah. Perlahan namun pasti pemerintah mengeluarkan instruksi agar melakukan belajar dari rumah (BDR).
Tak terkecuali di Nusa Tenggara Timur. Melalui Instruksi Gubernur Nomor 443/100/PK/2020, satuan pendidikan yang ada di Nusa Tenggara Timur diwajibkan untuk melakukan BDR secara daring maupun luring, sejak tanggal 20 Maret 2020 sampai dengan 4 April 2020. Yang kemudian diperpanjang sampai dengan 01 Juni 2020. Dampak Covid 19 bagi dunia pendidikan memang sangat signifikan.
Jika pembelajaran daring, mau tidak mau peserta didik harus bisa menggunakan internet. Selain itu, peserta didik juga membutuhkan handphone atau laptop dan juga pulsa internet untuk bisa mengikuti pembelajaran. Dan memastikan bahwa daerah yang mereka tempati sudah bisa akses internet dengan lancar.
Jika pembelajaran luring, peserta didik membutuhkan buku bacaan yang bisa dibawa pulang ke rumah sebagai referensi untuk mengikuti pembelajaran. Tetapi bagaimana jika buku di sekolah tidak mencukupi untuk dibagi ke peserta didik?. Semuanya membutuhkan biaya yang besar dibandingkan dengan belajar dalam kelas. Sementara, sebagian besar ekonomi orang tua peserta didik menengah ke bawah. Apalagi dalam situasi pandemi covid-19, dipastikan pendapatan menurun drastis.
Panik? Takut?, tentu saja. Hal ini cukup membuat pihak sekolah maupun peserta didik kocar kacir. Bahaya covid 19 terus membayangi saat ingin beraktifitas, yang membuat pengumpulan tugas terkendala. Situasi ini membuat penulis untuk menggunakan berbagai cara sehingga pembelajaran tetap berlangsung meski kurang maksimal. Apalagi mata pelajaran yang diampu penulis adalah bahasa Jepang, yang membutuhkan lebih banyak latihan (praktik) daripada teori.
Hal pertama yang dilakukan adalah mendata peserta didik yang masih stay di kota dengan artian mereka masih bisa mendapatkan informasi tentang pembelajaran. Karena banyak peserta didik, begitu diinformasikan untuk belajar dari rumah yang mereka artikan sebagai libur, dan pulang kampung dengan jarak yang sangat jauh dengan sekolah. Dan kampung yang mereka tuju sebagian besar akses untuk internet belum lancar atau bahkan belum ada listrik (blank spot). Keadaan ini menyulitkan mereka untuk mengumpulkan tugas dan juga untuk mendapatkan tugas/materi baru.
Selanjutnya, menyiapkan materi pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi peserta didik. Tugas yang telah diberikan pada awal BDR dikumpulkan melalui WA (difoto dan dikirim ke WA pribadi penulis). Peserta didik yang tidak memiliki HP dibantu oleh temannya untuk mengirimkan tugas yang sudah dikerjakan. Kemudian, materi selanjutnya diberikan melalui WAG kelas, SMS atau bahkan menelpon orang tua / wali peserta didik. Untuk pengumpulan tugas juga sama seperti sebelumnya. Sebagai referensi untuk mengerjakan tugas, penulis hanya membagikan hasil screenshot tentang materi yang sedang dipelajari. Penulis tidak menggunakan channel youtube dengan pertimbangan paket internet peserta didik terbatas. Bagi yang memiliki kuota internet lebih diperbolehkan belajar melalui youtube.
Ada beberapa hal yang penulis rasakan dampak dari BDR.
- Menuntut penulis dan peserta didik untuk lebih mahir menggunakan aplikasi untuk mendukung pembelajaran
- Penulis harus lebih kreatif dalam memberikan materi sehingga peserta didik juga tetap semangat dalam belajar dan tidak melupakan belajar.
- Komunikasi dengan orang tua / wali peserta didik juga lebih intens dalam memonitoring kegiatan BDR peserta didik.
Tidak bisa dipungkiri, pandemi Covid-19 menyadarkan kita bahwa melalui IPTEK kegiatan belajar mengajar menjadi limitless (tanpa batas). Keberadaan IPTEK, menghempaskan negative thinking yang mana perkembangan IPTEK selalu menjadi momok yang menakutkan. Belajar menjadi tidak ada matinya. Tidak mengenal ruang dan waktu. Semoga pandemi ini cepat berlalu. Salam sehat.

